-->

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik - Sistem  berasal  dari  bahasa  Latin  systema,  bahasa  Yunani  sustema  yang  artinya  satu kesatuan yang terdiri dari komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk  memudahkan  aliran  informasi,  materi,  atau  energi  untuk  mencapai  suatu  tujuan.  Sistem  bertujuan  untuk  meningkatkan  efektivitas  pendayagunaan  berpikir  sistem untuk pemecahan masalah.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik
 

Gambar 2.1 menunjukkan bendung gerak yang merupakan strukrur bendungan dan   berfungsi   untuk   menaikkan   permukaan   air   di   sungai.   Air   sungai   yang dinaikkan permukaannya dapat digunakan untuk sistem irigasi pada persawahan jika permukaan tanah yang diairi lebih tinggi dari permukaan air. Kekeringan bisa terjadi jika  permukaan  tanah  persawahan  lebih  tinggi  daripada  permukaan  air  di  wilayah  setempat, untuk mengatasi terjadinya kekeringan dan gagal panen pada persawahan, dibuatkan  pengairan  melalui  sistem  irigasi.  Sistem  pada  bendung  gerak  dapat  juga  digunakan sebagai penggerak peralatan produksi. Sungai yang cukup deras alirannya, bendung dapat digunakan untuk sistem transportasi air. Membuka dan menutupnya pintu  air  menggunakan  sistem  hidraulik  yaitu  sistem  yang  memanfaatkan  zat  cair  (oli) yang bertekanan untuk melakukan gerakan segaris atau putaran. 

Sistem  merupakan  keterpaduan  antar  elemen  sistem  yang  saling  berinteraksi,  sharing, sinergi dan kolaborasi untuk suatu tujuan tertentu, dengan proses mekanisme metabolisme loop  feedbeck,  input-proses-output  dengan  target  produk  dan  waktu  pencapaian tertentu. Mekanisme kontrol yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan  evaluasi  secara  kontinyu,  bersifat  terbuka  dan  mempunyai  batasan-batasan tertentu yang berada pada lingkungan tertentu.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

Pintu  bagasi  mobil  yang  menggunakan  sistem  hidraulik  dilengkapi  dengan  elemen  sistem  yang  berupa  aktuator  yaitu  peralatan  mekanis  untuk  menggerakkan  suatu sistem, mengkonversikan besaran listrik analog menjadi besaran lainnya. Pintu bagasi tertopang aktuator pada saat dibuka seperti pada Gambar 2.2 Aktuator. 

Aktuator   tenaga   hidraulik   terdapat   pada   alat   dongkrak   digunakan   untuk   mengatasi permasalahan mengangkat beban yang cukup berat.

Sistem   terdiri   dari   inti   sistem   dan   lingkungan   sistem.   Lingkungan   sistem   melingkupi elemen-elemen sistem sebagai tempat berkembangnya sistem. Lingkungan sistem memiliki tiga sumber yaitu informasi, energi dan materi. Inti sistem memiliki pengaruh  yang  kuat  terhadap  sistem  yang  bersangkutan.  Inti  sistem  memiliki  sub  sistem seperti pada Gambar 2.3 Sistem dan Inti Sistem.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik



Pola  pikir  sistem  dapat  diimplentasikan  dalam  seluruh  aktivitas  manusia  secara  individu  atau  kelompok  dalam  mencapai  tujuan  kehidupan  menuju  perkembangan  yang   berkelanjutan.   Pola   pikir   sistem   memberi   berbagai   pilihan   solusi   dalam   penyelesaian permasalahan, rekomendasi dan langkah pengembangan. Individu yang memiliki  pola  pikir  sistem  memiliki  sikap  :  (1)  saling  bersinergi  dan  berkolaborasi  secara berkembang, (2) adanya kesadaran antara masing-masing elemen, (3) memiliki pemahaman tentang keterkaitan antar elemen, (4) bersinergi dan berkolaborasi secara harmoni berkembang, (5) sharing dan networking secara produktif. 

Sistem  teknik  merupakan  perancangan  atau  pengembangan  suatu  sistem  yang  lebih  baik  melalui  sistem  mekanis  atau  sistem  pada  manusia  dengan  mesin.  Sistem  teknik mengembangkan keterpaduan antar elemen yang saling berinteraksi, bersinergi dan  berkolaborasi.  Sistem  teknik  secara  sederhana  dapat  ditunjukkan  seperti  pada  Gambar  2.4  Sistem  teknik  dasar  pada  gerak  engkol  yang  saling  berinteraksi  satu  dengan yang lain.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

Gambar 2.4 (1) Elemen A sebagai poros digerakkan oleh alat penggerak tertentu dengan  sistem  rotasi,  maka  gerakan  berputar  pada  elemen  A  diikuti  oleh  gerakan  pada elemen B sebagai lengan dan elemen C yang bergerak maju dan mundur untuk diaplikasikan pada sistem lainnya. Gambar 2.4(2) merupakan model dari pergerakan tuas  pada  alat  pengepres  baglog  dengan  sumber  tenaga  dari  putaran  motor  listrik.  Prinsip yang sama ditunjukkan pada gambar 2.4(3). Tujuan dari sistem tersebut dapat diwujudkan dengan mengkolaborasikan antara sistem yang satu dengan yang lainnya.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

Gambar 2.5 menunjukkan gear yang dihubungkan dengan belt atau rantai untuk menggerakkan roda yang lainnya. Gerakan gear ditimbulkan dari penggerak berupa motor DC yang mendapatkan aliran arus listrik DC dari baterai. Putaran motor DC dapat dikendalikan dengan rangkaian pengendali/kontrol dan sensor. Sistem teknik ini saling berkaitan antara elemen yang satu dengan elemen lainnya sehingga tujuan menggerakkan  gear dengan kendali elektronik dapat terwujud. Sistem teknik sering kita jumpai pada berbagai sektor dalam kehidupan sehari-hari. Ciri-ciri yang terdapat pada sistem diantaranya terdapat kumpulan elemen, adanya interaksi antar elemen, terdapat  mekanisme  umpan  balik,  dan  tujuan  bersama  seperti  digambarkan  pada  Gambar 2.6.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

Perancangan  atau  pengembangan  suatu  sistem  teknik  melalui  sistem  mekanis  atau sistem pada manusia dengan mesin supaya dapat dicapai tujuan yang lebih baik. Sistem  teknik  mengembangkan  keterpaduan  antar  elemen  yang  saling  berinteraksi,  bersinergi dan berkolaborasi dapat diilustrasikan pada produk elektronika. 

Produk elektronika dengan sistem teknik kendali otomatis dapat dimaknai sesuatu yang bekerja sesuai dengan keinginan pengguna. Produk otomatis ini sudah banyak kita  jumpai  di  pasar  baik  yang  sederhana  maupun  yang  sudah  kompleks.  Contoh  sederhana  yang  sering  kita  jumpai  adalah  rice  cooker.  Kemudahan,  kesederhanaan  dan manfaat yang nyata dan keuntungan dari sistem teknik secara otomatis ini dapat meningkatkan  keefektifan  kerja  sehingga  pengguna  dapat  melakukan  aktifitas  yang  lainnya.

Sistem teknik pada kendali otomatis adalah suatu sistem yang menghubungkan antara  sistem  mekanik,  kelistrikan,  dan  elektronika  secara  bersama  dengan  sistem  informasi  untuk  mengendalikan  produksi.  Sistem  mekanik  dalam  contoh  diatas  adalah  penanak  nasi  sendiri,  sedangkan  sistem  kelistrikan  adalah  tenaga  (energi  listrik)  yang  diberikan  untuk  memanaskan  elemen  pemanas.  Dalam  hal  ini  elemen  pemanas   dan   juga   thermostat   dapat   dikategorikan   sebagai   sistem   elektronik.   Komponen thermostat membaca  temperatur  dan  memberikan  informasi  ke  sistem  elektrik untuk memberikan tindakan. Sistem penanak nasi ini ada dua tindakan yaitu terus memberikan energi atau berhenti memberikan energi pada temperatur 100 oC.

Program   instruksi   yang   terdapat   pada   sistem   pengendalian   menjalankan   instruksi, mengotomasikan suatu proses, diperlukan energi, baik untuk menggerakan proses  itu  sendiri  maupun  untuk  mengoperasikan  program  dan  sistem  kendali.  Sistem pengendali yang menggunakan sensor memberikan informasi (sebagai input) ke pemroses (otak) untuk memberikan tindakan (output). Proses membaca (sensor), pengolahan data dari sensor (pemroses) dan tindakan merupakan elemen dari sistem kendali. Sistem kendali dapat digambarkan sebagai berikut:

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

Pada  Gambar  2.7  umpan  balik  digunakan  saat  output  hasil  pemrosesan  tidak  sesuai dengan standar yang diinginkan maka kembali ke input untuk diproses ulang dengan memperhatikan parameter yang ditetapkan. Sistem kendali otomatis terdapat tiga  elemen  yaitu  (1)  sumber  tenaga  untuk  menjalankan  aksi,  (2)  sistem  kendali  umpan  balik  (feedback  control)  dan  (3)  machine  programming.  Suatu  sistem  teknik  secara  otomatis  dirancang  untuk  menjalan  tindakan  dengan  baik,  dan  tindakan  ini  membutuhkan  listrik  karena  mudah  dibangkitkan  dan  mudah  dikonversikan  kebentuk tenaga lainnya

A. Perencanaan Usaha Produk Sistem Teknik

Permasalahan  keteknikan  di  lapangan  adalah  permasalahan  sistem,  sehingga  dibutuhkan sinergi antar komponen dalam sistem teknik untuk mampu melakukan evaluasi sistem, perbaikan sistem, optimalisasi sistem, dan meningkatkan produktifitas sistem lebih jauh. Kewirausahaan dalam pembuatan produk rekayasa peralatan sistem teknik  menjadi  peluang  yang  baik  dalam  mengembangkan  kreativitas  dan  inovasi  bagi  sumber  daya  yang  tersedia.  Pola  kerja  sistem  dalam  kewirausahaan  menjadi  alasan dalam pengambilan tindakan yang digambarkan pada Gambar 2.7 Action loop dari pembuatan produk sistem teknik.

Informasi  tugas  atau  pekerjaan  (inform) yang  disampaikan  berupa  kebutuhan  pelanggan  pada  produk  sistem  teknik,  dikembangkan  dalam  bentuk  perencanaan  dan dokumen disiapkan secara tertulis (plan). Perencanaan kerja dibuat di antaranya desain  produk  sistem  teknik,  dan  keputusan  diambil  atas  semua  kebutuhan  yang  diperlukan termasuk alat dan bahan/material (decide). Tugas membuat produk sistem teknik  dengan  memperhatikan  kriteria  yang  ditentukan  (carry  out). Pengecekan dengan menguji coba produk sistem teknik (control) dan melakukan evaluasi dengan mendiskusikan produk sistem teknik yang telah dibuat (evaluate).

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

1. Ide dan Peluang Usaha Produk Sistem Teknik 

Jiwa  dan  semangat  kewirausahaan  penting  untuk  dibangun  sedini  mungkin  yang  lebih  mengarah  pada  bagaimana  belajar  mandiri,  mengorganisasikan  suatu  pekerjaan secara sistematis, memecahkan permasalahan teknis, bekerja dalam team dan kesadaran akan kualitas dalam pembuatan produk rekayasa.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

Gambar  2.9  menunjukkan  hubungan  antara  jiwa  dan  semangat  kewirausahaan  kaitannya    dengan    action    loap    dalam    mewujudkan    produk    sistem    teknik.    Pemberdayaan   potensi   yang   terdapat   di   daerah   setempat   dapat   menghasilkan   variasi  karya  dan  menambah  keberagaman  karya  rekayasa  sistem  teknik  yang  secara  bertahap  mengalami  penyempurnaan  sebagai  bagian  solusi  dari  kebutuhan  masyarakat. Wirausaha produk sistem teknik dapat digambarkan seperti pada action loop pembuatan  produk  sistem  teknik.  Ekonomi  kreatif  yang  tersentra  melalui  pemetaan  sentra-sentra  industri  kreatif  memungkinkan  tumbuhnya  daerah  kreatif  yang berkembang dan terkoordinasi, dari kegiatan produksi sampai pemasaran dan peningkatan kualitas agar mampu bersaing.

2. Sumber daya yang dibutuhkan

Kreativitas manusia sebagai sumber daya ekonomi yang memiliki nilai dan manfaat yang tinggi untuk peningkatan perekonomian Indonesia. Industri kreatif merupakan salah  satu  solusi  dalam  pemanfaatan  kreativitas,  keterampilan  serta  bakat  individu  untuk  menciptakan  kesejahteraan  dan  lapangan  pekerjaan  dengan  menghasilkan  daya  cipta  dan  kreasi  seseorang.  Perkembangan  industri  kreatif  (creative  industry) mencakup  14  macam  yang  dapat  membawa  arena  baru  untuk  terus  meningkatkan  kreativitas dan inovasi bagi sumber daya manusia yang ada. 

Kekuatan industri kreatif saat ini di antaranya industri kreatif berbasis teknologi digital.  Industri  kreatif  digital  terdapat  pada  gameseducationmusicanimation,  software dan sosial media.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

Kemandirian dalam menggali ide, memilih potensi produk yang dapat bersaing baik di tingkat lokal maupun global dan meningkatkan keanekaragaman produk yang memiliki nilai dan daya saing tinggi dalam memenuhi kebutuhan menjadi komponen yang  penting  untuk  terus  diupayakan.  Sumber  daya  pada  usaha  produk  rekayasa  sistem teknik, meliputi : a) man, b) money, c) material, d) mechine, e) method dan f ) market seperti pada Gambar 2.9 Sumber daya pada usaha sistem teknik.

3. Administrasi Usaha 

Administrasi usaha mencakup aspek perizinan usaha, surat menyurat, pencatatan transaksi  yang  meliputi  pencatatan  transaksi  keuangan  dan  pencatatan  transaksi  barang  atau  jasa  dan  aspek  pajak  baik  pajak  pribadi  maupun  pajak  usaha  seperti  ditunjukkan pada Gambar 2.11 Aspek administrasi usaha.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik


4. Kebutuhan Pasar terhadap Produk Sistem Teknik 

Produk rekayasa peralatan sistem teknik sebagai bagian dari jutaan produk yang kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari dengan tujuan untuk mencapai efektivitas memperlancar  kegiatan  dan  kenyamanan  penggunanya.  Industri  kreatif  dengan  memperhatikan  kearifan  lokal  dan  mengkreasi  potensi  lokal  yang  memiliki  nilai-nilai kultural, dikembangkan menjadi suatu produk yang memiliki nilai tambah, dan kekuatan ekonomi baru. 

Produk  sistem  teknik  masih  sangat  potensial  untuk  terus  digali  menjadi  karya  nyata dan karya yang telah berhasil dibuat dengan memperhatikan persyaratan yang dibutuhkan  dapat  dipasarkan  untuk  memenuhi  kebutuhan  pasar  terhadap  produk  sistem teknik. 

Perencanaan  usaha  dalam  kewirausahaan  memiliki  tahapan  meliputi  tahap  memulai,   melaksanakan,   mempertahankan,   dan   mengembangkan   seperti   pada   Gambar 2.12.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

a. Tahap memulai 

Melihat  peluang  usaha  jasa  profesi  dan  profesionalisme  menjadi  bagian  utama dan pertama dan menentukan jenis usaha yang dikembangkan baik itu berupa produk maupun jasa. Identifikasi kebutuhan sumber daya pada usaha produk  rekayasa  yang  direncanakan.  Prosedur  yang  ditetapkan  diantaranya  jenis usaha, manfaat, teknik rekayasa, dan pengemasan. 

b. Tahap Melaksanakan 

Pembiayaan,    organisasi,    kepemilikan,    sumber    daya    manusia,    dan    kepemimpinan   yang   memiliki   pemahaman   mengenai   risiko,   pembuatan   keputusan, mengevaluasi, dan pemasaran produk usaha menjadi tahapan yang penting  diperhatikan  dalam  proses  produksi  yang  menerapkan  keselamatan  kerja dan mengembangkan sikap peduli lingkungan.

c. Tahap Mempertahankan 

Usaha   produk   rekayasa   dalam   mempertahankan   produksi   dengan   melakukan analisis perkembangan dan ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi. 

d. Tahap mengembangkan 

Kreativitas  dan  inovasi  menjadi  penting  untuk  mengembangkan  usaha  produk  rekayasa  baik  yang  bergerak  dibidang  jasa  maupun  produk.  Hasil  usaha yang dijalankan secara bertahap.

B. Sistem Produksi Usaha Sistem Teknik  

1. Aneka Produk Usaha Sistem Teknik 

Produk  usaha  sistem  teknik  dirancang  dan  dikembangkan  berdasarkan  pada  aspek-aspek  lingkungan,  sosial,  budaya,  ekonomi,  dan  etika  masyarakat  pengguna.  Hemat sumber daya, minim dampak polutif, mudah penggunaan dan perawatannya merupakan  bagian  yang  menjadi  perhatian.  Karya  rekayasa  inovatif  dibuat  untuk  mempermudah dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas dalam pembuatan produk, di  antaranya  berupa  produk  pengolahan  hasil  pertanian,  perkebunan,  perikanan,  limbah  perkebunan  yang  semua  itu  merupakan  bagian  solusi  dalam  berproduksi.  Beberapa contoh aneka produk peralatan sistem teknik antara lain:

a. Alat pencetak arang briket 

Alat pencetak arang briket adalah kempa yang berfungsi mencetak tepung arang dengan ukuran mesh tertentu yang telah dicampur dengan perekat kanji, sehingga  menjadi  briket  arang  dengan  ukuran  dan  bentuk  tertentu  seperti:  kubus, bulat tabung, dan atau bulat pepat. Tekanan yang dihasilkan oleh kempa, selain  manual  dapat  juga  berasal  dari  hidraulik,  maupun  tekanan  mekanik  menggunakan ulir. Gambar pencetak briket secara manual ditunjukkan pada Gambar 2.13 yang dapat memanfaatkan bahan yang ada di wilayah sekitar.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

b. Alat pengering hasil pertanian 

Alat  pengering  hasil  pertanian,  menggunakan  bahan  seng  yang  diberi  warna  hitam  dengan  tujuan  untuk  menyerap  panas,  sinar  matahari  diserap  oleh  benda  (seng)  berwarna  gelap  dan  diteruskan  kedalam  ruangan  (oven).  Alat ini dibuat untuk mengurangi kadar air hasil pertanian dan baki (tray) yang berfungsi  sebagai  wadah  bahan  yang  dikeringkan  di  dalam  ruang  pengering  pada  proses  penjemuran  secara  alami  sehingga  mengenai  permukaan  bahan  yang akan dikeringkan.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik
c. Kompor Batik
Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik
Kompor   listrik   untuk   membatik   digunakan   untuk   menggantikan   kompor sumbu yang menggunakan minyak tanah yang saat ini sudah jarang didapatkan.  Hal  ini  dapat  menghemat  biaya  produksi  untuk  memanaskan  lilin  atau  malam  untuk  membatik.  Kompor  listrik  didesain  menggunakan  elemen pemanas yang dibuat spiral yang dialiri arus listrik AC 220 Volt/50 Hz mengkonversi dari energi listrik menjadi energi panas. Kompor dilengkapi dengan saklar push button dan potensiometer serta lampu indikator.

d. Alat pengambilan zat warna alam indigo 

Proses  pengambilan  zat  warna  alam  indigo  pada  dasarnya  adalah  bagaimana   melakukan   aerasi   pada   cairan   hasil   rendaman   daun   dari   tanaman Indigofera tinctoria. L. Pada Gambar 2.16 Alat untuk pengambilan Zat  Warna  Alam  Indigo  melalui  sirkulasi  cairan  dengan  menggunakan  pompa, memungkinkan terjadinya proses aerasi. Pada saat pompa bekerja cairan pada tangki A diisikan ke dalam tangki B melalui spraiyer S sampai volume tertentu. Proses aerasi berlangsung pada saat air dispraykan melalui sprayer S. Cairan di tamping pada tangki C jika proses aerasi selesai.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

Produk peralatan sistem teknik lainnya, diantaranya alat pembuat tepung misalnya  alat  pembuat  tepung,  terdiri  dari  dua  komponen  utama,  yaitu  penghalus dan penyaring. Penghalus dapat berupa grind, yaitu pertemuan dua buah logam yang berputar berlawanan arah dan menghancurkan benda yang  hendak  dihaluskan.  Penyaring  berfungsi  mengayak  tepung  dengan  ukuran mesh tertentu. Produk peralatan pres gambir, alat berbentuk kempa (tekanan)  yang  dihasilkan  baik  dari  tenaga  hidrolik  maupun  mekanik.  Spiner  sebagai  salah  satu  alat  yang  digunakan  untuk  memisahkan  produk  olahan dari cairan atau minyak seperti pada Gambar 2.17. Produk Peralatan sistem teknik.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

2. Manfaat Produk Usaha Sistem Teknik 

Manfaat karya rekayasa produk peralatan sistem teknik : 

  • Keberadaan  karya  produk  usaha  sistem  teknik  memberikan  manfaat  bagi  kesejahteraan masyarakat yang menggunakannya 
  • Solusi  bagi  peningkatan  produktifitas  dan  efektifitas  dalam  menjalankan  produksi usaha rumahan (home industry
  • Memberikan  kemudahan,  meningkatkan  kualitas  dan  jumlah  dalam  ber-produksi 
  • Memacu kreativitas dan inovatif pembuatnya untuk terus berkarya mencapai optimal 
  • Terciptanya lapangan pekerjaan untuk mewujudkan karya inovasi.

3. Potensi Usaha Sistem Teknik di Daerah 

Sumber daya yang meliputi sumber daya manusia, sumber daya alam dan sumber daya  budaya  sebagai  potensi  usaha  sistem  teknik  tersebar  di  daerah  kepulauan  Indonesia.  Bahan  baku  yang  disediakan  alam  dan  potensi  jumlah  penduduk  serta  keragaman budaya dari berbagai propinsi di Indonesia menjadi bagian yang potensial dalam  menjalankan  usaha  sistem  teknik.  Produk  yang  dibuat  dapat  mendatangkan  nilai  tambah  dan  meningkatkan  kesejahteraan  kehidupan  masyarakat  di  daerah.  Usaha  peralatan  sistem  teknik  dikembangkan  untuk  mewujudkan  produk  yang  memiliki nilai ekonomis. 

Budaya  Indonesia  merupakan  sumber  daya  dan  kekayaan  yang  perlu  terus  dikembangkan dan menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan di dalam kehidupan. Kita sering melihat di daerah-daerah banyak aktifitas penduduk melakukan kegiatan yang  sifatnya  turun  temurun  dalam  memenuhi  kebutuhan.  Batik,  tenun  adalah  produk yang dihasilkan oleh aktifitas masyarakat di sekitar kita. Kita mengenal batik, tenun sebagai sumber daya yang diakui dunia sebagai kekayaan budaya Indonesia. Pengembangan  budaya  melalui  potensi  yang  tersedia  dapat  dilakukan  dengan  pola  tekno-ekologis  sebagai  salah  satu  bentuk  sistem  dengan  menggabungkan  antara  teknologi dengan lingkungan yang tetap dijaga keseimbangannya . 

Pola  integrasi  tekno-ekologis salah  satu  contohnya  seperti  pada  Gambar  2.19  dimaksudkan  bahwa  produk  yang  dihasilkan  berupa  zat  warna  alami  merupakan  produk yang ramah lingkungan. Peningkatan efektivitas dalam penggunaan peralatan sistem  teknik  yang  dibuat  dengan  tetap  menjaga  kelestarian  lingkungan,  lebih  produktif,  efisien,  dan  berkualitas.  Penggunaan  zat  warna  sintetis  yang  berlebihan  dapat membahayakan lingkungan dan kesehatan kulit penggunanya.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

Proses  produksi  pembuatan  batik  dan  tenun,  salah  satunya  adalah  pewarnaan.  Pewarnaan  secara  alami  pada  kain  batik  dan  tenun  sangat  di  sambut  baik  oleh  masyarakat  dunia  dan  memiliki  nilai  jual  tinggi,  karena  merupakan  produk  yang  ramah  lingkungan  dan  sudah  menjadi  bagian  dari  gaya  hidup  (life  style)  dalam kehidupan di masa sekarang untuk ramah pada lingkungan.

Pengambilan  zat  warna  alam,  dalam  hal   ini   warna   biru   yang   diambil   dari   tanaman     nila     seperti     Gambar     2.19     memiliki   kekhususan   tersendiri.   Nama   umum  dagang  nila  dan  jenis  tanaman  ini  sering disebut dengan indigo/indian indigo (Inggris), tom/tarum (Indonesia), tagung–tagung/taiom/taiung (Filipina), kraam/na-kho (Thailand), cham (Vietnam), tarom (Malaysia)

Proses  pengambilan  zat  warna  alam  indigo    pada    industri    rumah    masih    menggunakan proses yang lebih dominan menggunakan     tenaga     manusia     yaitu     pada   proses   kebur   (aerasi),   dan   untuk   mempermudah     proses     aerasi     dapat     digunakan alat kebur (spray aerator).

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

4.  Perencanaan Produksi Tom Spray Aerator untuk Zat Warna Alam Indigo

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

5. Alat dan Bahan yang dibutuhkan 

a. Pembuatan Spray Aerator dan Zat warna alam indigo 

1) Pembuatan tangki, dapat disubtitusi dengan drum bekas 

2) Sprayer, dapat dimodifikasi dengan paralon yang diberi lubang banyak 

3) Pipa paralon, untuk sirkulasi larutan yang dipompa. 

4) Pompa air, saklar dan kabel, dapat diperoleh di toko material 

5) Rangka penopang tangki 

6) Tanaman Indigofera tinctoria 

7) Kapur CaO, larutan CaO (kapur tohor) 

6. Proses Produksi Tom Spray Aerator untuk Zat Warna Alam Indigo 

Proses produksi dalam pembuatan zat warna alam yang dikembangkan dalam hal ini dibagi menjadi dua bagian yaitu : 

a. Pembuatan Alat Spray Aerator

b. Pembuatan zat warna alam indigo biru 

Spray aerator sebagai alat yang digunakan untuk pengambilan zat warna alam indigo biru yang biasa digunakan untuk pewarnaan batik, tenun, denim. Bahan baku zat warna alam ini berupa daun nila yang diolah melalui proses perendaman (24 jam), proses aerasi dan proses pengendapan. Hasil akhir berupa produk pasta/powder indigo biru yang mempunyai nilai jual cukup tinggi.

a. Proses Pembuatan Spray Aerator

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik
Peralatan dan Bahan Pembuatan Spray Aerator Peralatan yang digunakan dalam pembuatan alat spray aerator digunakan alat-alat di antaranya mesin las, bor, gerinda, dan tool kit seperti pada gambar 2.23.
Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik
Spray  aerator  dapat  dibagi  menjadi  empat  bagian  yaitu  penyediaan  sprayer,  pompa,  pemipaan,  dan  tangki  penampung.  Prisip  dasar  dari  proses  ini  adalah  aerasi  yaitu  mengkontakkan  cairan  dengan  udara.  Sprayer  bisa  disubtitusi/  diganti dengan pipa paralon yang diberi beberapa lubang. Penyediaan reservoir/tangki penampung dapat disubtitusi dengan menggunakan drum bekas minyak.
Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

Rangka  disiapkan  untuk  menopang  tangki,  sprayer,  pompa  dan  pipa  yang  digunakan. Pemipaan dilakukan bersamaan dengan pemasangan tangki. Setelah tangki,  pompa,  pipa  dan  sprayer  terpasang,  tinggal  pemasangan  saklar  untuk  mengoperasikan pompa. Sumber arus listrik yang digunakan AC 220 Volt. 

Peralatan  dan  bahan  pembuatan  zat  warna  alam  indigo  bagian  perendaman  digunakan  ember  untuk  merendam  daun  Indigofera  tinctoria  L.  Spray  Aerator  digunakan untuk mengaerasi cairan hasil rendaman. Keranjang, kain dan ember digunakan untuk memisahkan antara pasta dengan air.

Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik

Penggunaan Spray  Aerator  dapat  mempermudah  dalam  proses  produksi  pengambilan zat warna alam indigo. Perawatan alat ini meliputi : 

1)  Perawatan  alat  terutama  bagian  sprayer,  yaitu  membersihkan  bagian  lubang  sprayer  agar  tidak  tersumbat  dari  kapur  yang  digunakan.  Pastikan  dalam  kondisi bersih setelah menggunakannya. 

2)  Hindari  tergenangnya  air  pada  spray  aerator  pada  bagian  tangki  (reservoir) saat penyimpanan agar tidak terjadi korosi pada peralatan. 

3) Lakukan pemeliharaan (maintenance) secara berkala pada pompa air, hindari terjadinya hubung singkat karena isolasi kabel kurang baik. 

4) Perhatikan penggunaan sumber listrik disesuaikan dengan spesifikasi pompa air yang digunakan.

Pembuatan  produk  peralatan  sistem  teknik  membutuhkan  pekerjaan  yang  teliti  dan  harus  memperhatikan  keselamatan  kerja  sebagai  upaya  untuk  meminimalisir  timbulnya  kecelakaan  kerja.  Peralatan  keselamatan  kerja  yang  digunakan  dalam  pembuatan  alat  yang  mendukung  proses  produksi  antara  lain  :  sarung  tangan,  kacamata,  helm,  pakaian  praktik,  safety  shoes,  pelindung  telinga,  masker  pelindung  saluran pernafasan. 

Keselamatan  kerja  dalam  proses  produksi  menjadi  hal  yang  utama  untuk  diperhatikan   guna   menghidari   kecelakaan   kerja.   Keselamatan   kerja   mencakup   pencegahan   kecelakaan   kerja   dan   perlindungan   terhadap   tenaga   kerja   dari   kemungkinan  terjadinya  kecelakaan  sebagai  akibat  dari  kondisi  kerja  yang  tidak  aman dan atau tidak sehat. Perilaku yang tidak aman dan praktik kerja tidak standar, dan  apa  yang  menjadi  sebab  perilaku  tidak  aman  harus  menjadi  perhatian  agar  kecelakanaan kerja dapat diminimalisir. 

Syarat-syarat  kesehatan,  keselamatan,  dan  keamanan  kerja  ditetapkan  sejak tahap perencanaan, pembuatan, pengangkutan, distribusi, perdagangan, pemasangan,   pemakaian,   penggunaan,   pemeliharaan,   dan   penyimpanan   bahan,  barang,  produk  teknis,  dan  aparat  produksi  yang  mengandung  dan  dapat menimbulkan bahaya kecelakaan.      

Budaya   K3   dibentuk   dari   kebiasaan   perilaku   para   anggota   berupa   seperangkat  nilai  dan  norma  pola  perilaku  yang  didasari  dengan  kesadaran  tinggi  yang  diwujudkan  dalam  bentuk  sikap,  ucapan,  dan  tindakan  yang  mengarah  pada  terciptanya  kegiatan  yang  aman,  sehat,  andal,  dan  selaras  dengan lingkungan. Budaya K3 dapat dilihat dari sisi pandang activator, pelaku dan dampak yang muncul dari setiap perilaku kerja seperti pada Gamabar 2.26.

b. Pembuatan Zat Warna Alam Indigo menggunakan Spray Aerator 

Spray  aerator  sebagai  salah  satu  alat  dalam  pembuatan  zat  warna  alam  indigo seperti telihat dalam diagram alir pada Gambar 2.27 sebagai berikut :


Bagian perendaman/Proses hidrolisis

Proses  aerasi,  ditambahkan  larutan  kapur  (CaO)  pada  saat  proses  aerasi  seperti pada Gambar 2.29 Proses aerasi

Proses pengendapan (sedimentasi), cairan yang telah diaerasi dan di tambah dengan  larutan  kapur  diendapkan  dengan  menggunakan  ember.  Setelah  terdapat endapan, perlahan buang cairan bagian atas (berwarna kekuningan) dan tampung endapan tersebut seperti pada Gambar 2.28. Air akan terpisah dengan  pasta  dan  pasta  ini  siap  untuk  dikemas.  Jika  penyimpanan  dalam  waktu  lama,  dapat  dibuat  powder  dengan  cara  dikeringkan  terlebih  dahulu  dan dihaluskan menggunakan peralatan tambahan.

7. Pengemasan Produk 

Pengemasan produk pralatan sistem teknik dimaksudkan untuk mempermudah pekerja dalam menjalankan suatu pekerjaan untuk mencapai efektivitas dan efisiensi dalam   pembutan   produksi.   Perkembangan   teknologi   dalam   pengemasan   suatu   produk  berkembang  dengan  cepat.  Casing atau  selubung  didesain  sedemikian  rupa  dengan  mempertimbangkan  estetika  dan  konsep  yang  ingin  ditampilkan  sesuai  dengan pengguna atau calon pembeli. Pengemasan  untuk  pelindung  fungsi  distribusi  dan  fungsi  identitas  sebagai  kemasan produk didesain agar produk dapat terlindung dari benturan dan menarik Adapun fungsi kemasan produk antara lain : 

a. Mempertahankan mutu

b. Memperpanjang masa simpan 

c. Mempermudah penyimpanan dan pemasaran/transportasi 

d. Menambah daya tarik bagi konsumen (memberi informasi dan sarana promosi 

Agar   manfaat   tersebut   di   atas   dapat   dicapai,   maka   hal-hal   berikut   harus   diperhatikan: 

a. Dibuat semenarik mungkin, punya ciri khas 

b. Memuat informasi yang jelas & jujur 

c. Menarik (desain, warna, bentuk), dengan komposisi yang imbang

d.  Ukuran & material bahan sesuai kebutuhan 

e. Bahan terbuat dari material yang tahan terhadap perlakuan pada saat pemindahan (transport). 

f.   Volume kemasan, menggunakan ukuran yang umum untuk produk-produk tertentu, misalnya 250 gr, 500 gr atau 1000 gr. 

Label, adalah informasi yang dibuat pada kemasan biasanya berisikan tentang: 

a. Informasi produk yang sebenarnya 

b. Foto atau gambar produk 

c. Logo perusahaan 

d. Alamat produsene. 

e. Bobot produk 

Informasi tentang masa produksi dan atau masa kadaluwarsa dan hal-hal lain yang istimewa pada produk yang dihasilkan, menjadi bagian informasi pada konsumen. 

Produksi zat warna indigo yang terdiri dari dua jenis, yaitu basah dalam bentuk pasta dan tepung, maka bentuk kemasan bagi keduanya berbeda.

C. Menghitung Titik Impas (Break Even Point

1. Pengertian BEP (Break Even Point) 

Analisis BEP merupakan alat analisis untuk mengetahui batas nilai produksi atau volume produksi suatu usaha untuk mencapai nilai impas yang artinya suatu usaha tersebut tidak mengalami keuntungan ataupun kerugian. Suatu usaha dikatakan layak, jika nilai BEP produksi lebih besar dari jumlah unit yang sedang diproduksi saat ini dan BEP harga harus lebih rendah daripada harga yang berlaku saat ini, dimana BEP produksi dan BEP harga dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Analisis  BEP  digunakan  untuk  mengetahui  jangka  waktu  pengembalian  modal  atau investasi suatu kegiatan usaha atau sebagai penentu batas pengembalian modal. Produksi minimal suatu kegiatan usaha harus menghasilkan atau menjual produknya agar  tidak  menderita  kerugian.  BEP  adalah  suatu  keadaan  dimana  usaha  tidak  memperoleh laba dan tidak menderita kerugian. 

Biaya produksi zat warna alam indigo meliputi biaya investasi, biaya tidak tetap, dan biaya operasional. Analisis usaha produksi zat warna alam indigo di susun untuk mengetahui  gambaran  ekonomi  mengenai  usaha  yang  akan  diwujudkan.  Analisis  usaha pembuatan zat warna alam indigo menggunakan asumsi bahwa :

a. Alat spray  aerator  dapat  digunakan  selama  3  tahun.  Oleh  sebab  itu  biaya  tetap yang digunakan merupakan biaya penyusutan per tahun dengan pola penyusutan tetap. Harga Alat Spray Aerator baru Rp. 3.000.000,00 

b. Lahan yang digunakan 400 m2 dengan sistem sewa 1 tahun. Komponen biaya lahan dihitung sesuai dengan masa produksi 

c. Tenaga kerja yang digunakan 1 orang. Upah per hari Rp. 50.000,00 

d. Siklus produksi disesuaikan dengan masa panen daun nila yaitu 3 bulan sekali. Proses  produksi  memerlukan  waktu  selama  6  hari  sampai  menghasilkan  pasta. 

e. Produksi dilakukan di gedung milik sendiri, sehingga dalam kasus ini tidak dinyatakan sebagai bagian dari komponen biaya. 

f. Ember kapasitas 100 liter digunakan sebanyak 2 buah dengan harga masing-masing Rp. 100.000,00

g. Keranjang perendaman digunakan 2 buah dengan harga Rp. 50.000,00

h. Ember dan keranjang perendaman, dapat digunakan selama 2 tahun. 

i. Harga  pasta  zat  warna  alam  indigo  di  pasaran  sangat  beragam  dan  pada  analisis ini digunakan angka rata-rata yaitu Rp. 50.000,00 per kg.

Komponen biaya dalam satu proses produksi (3 bulan) 

a. Biaya Investasi 

1) Sewa tanah per tahun 400 m2 Rp 300.000,00 

2) Alat spray aerator                    Rp 3.000.000,00 

3) Ember perendaman                  Rp 200.000,00 

4) Keranjang pengendapan          Rp 100.000,00 

Total investasi                            Rp  3.600.000,0

b. Biaya Variabel 

1) Daun nila 300 kg @ Rp 1000,00          Rp 300.000,00 

2) Tenaga kerja 6 HOK @Rp 50.000,00   Rp 300.000,00 

3) Kapur tohor 9 kg @ Rp1000,00            Rp 9.000,00 

Total biaya tidak tetap/variabel             Rp 609.000,00 

c. Biaya Penyusutan 

1) Sewa Lahan                                          Rp. 75.000,00              

2) Penyusutan Spray Aerator                    Rp 250.000,00 

3) Penyusutan ember                                 Rp. 50.000,00 

4) Penyusutan keranjang perendaman       Rp 25.000,00 

Total biaya  tetap                                      Rp 400.000,00 

d. Biaya Produksi 

1) Biaya tidak tetap/variable cost               Rp 609.000,00 

2) Biaya sewa dan penyusutan                   Rp 400.000,00 

Total biaya  produksi                               Rp1.009.000,00               

e. Produksi Zat warna alam indigo 

Pasta 50 kg @Rp 40.000,00                       Rp 2.000.000,00 

Total pendapatan                                      Rp 2.000.000,00

f. Keuntungan 

Keuntungan =   Total penghasilan – Biaya produksi 

                    =   Rp 2.000.000,00 – Rp. 1.009.000,00 

                    =   Rp 991.000,00

2. Menghitung BEP 

BEP produksi dan BEP harga dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

Dari  perhitungan  BEP  produksi  dan  harga,  diketahui  bahwa  titik  impas  usaha  pembuatan  zat  warna  indigo  dicapai  ketika  produksi  pasta  mencapai  25,23  kg  atau  harga pasta indigo sebesar Rp 20.180,00/kg . Produksi di atas 25,23 kg dan harga di atas Rp20.180,00/kg pada tiap kali periode produksi adalah keuntungan.

D. Strategi Promosi Usaha Sistem Teknik

Pemasaran  produk  peralatan  sistem  teknik  tidak  hanya  berhubungan  dengan  produk,  harga  produk,  dan  pendistribusian  produk,  tetapi  berkait  pula  dengan  mengkomunikasikan  produk  ini  kepada  konsumen,  untuk  mengkomunikasikan  produk ini perlu disusun strategi yang disebut dengan strategi promosi, yang terdiri dari  empat  komponen  utama  yaitu  periklanan,  promosi  penjualan,  publisitas, dan penjualan tatap muka seperti digambarkan pada Gambar 2.33 Strategi Promosi.


Tujuan utama mempromosikan sebuah produk meliputi : (1) memberikan daya tarik khusus bagi para pelanggan, (2) meningkatkan angka penjualan, (3) membangun loyalitas konsumen.

1. Manfaat Promosi 

Promosi   perusahaan   memang   sangat   penting   karena   mempengaruhi   hasil   penjualan  suatu  produk  atau  barang,  dan  tentunya  itu  sangat  berdampak  besar  terhadap berlangsungnya aktivitas suatu perusahaan. Berikut beberapa manfaat lain dari adanya kegiatan promosi : 

a. Mengetahui produk yang diinginkan para konsumen 

b. Mengetahui tingkat kebutuhan konsumen akan suatu produk 

c. Mengetahui cara pengenalan dan penyampaian produk hingga sampai ke konsumen

d. Mengetahui harga yang sesuai dengan kondisi pasaran 

e. Mengetahui strategi promosi yang tepat kepada para konsumen 

f. Mengetahui kondisi persaingan pasar dan cara mengatasinya 

g. Menciptakan image sebuah produk dengan adanya promosi

2. Sasaran Promosi 

Salah  satu  hal  yang  harus  diperhatikan  sebelum  melakukan  promosi  adalah  menentukan  sasaran  promosi  dengan  tujuan  agar  promosi  yang  dilakukan  sesuai  dengan target pasar. Langkah dalam menentukan sasaran promosi di antarannya : (1)tentukan target pasar, (2) tentukan tujuan promosi, (3) buat isi pesan yang menarik, (4)  pilih  sarana  promosi  dan  (5)  buat  anggaran  promosi  seperti  digambarkan  pada  Gambar 2.34 Sasaran Promosi.


E. Laporan Kegiatan Pembuatan Produk Sistem Teknik

Laporan   kegiatan   usaha   merupakan   penyampaian   informasi   tentang   maju   mundurnya sebuah usaha sehingga tercipta komunikasi antara pihak yang melaporkan dan  pihak  yang  diberi  laporan.  Seorang  pimpinan  perusahaan  akan  mengetahui  semua kejadian dalam perusahaannya dan dapat mengendalikan jalannya perusahaan dengan  melihat  laporan  kegiatan  usaha.  Laporan  harus  memenuhi  syarat-syarat  diantaranya : relevan , dapat dimengerti, dapat diuji, netral, tepat waktu, daya banding dan lengkap.

Laporan dapat dibedakan menjadi : 

1. Laporan  Laba  Rugi,  laporan  yang  menunjukkan  kemampuan  perusahaan  untuk menghasilkan keuntungan pada suatu periode akutansi atau satu tahun. Laporan laba rugi terdiri dari pendapatan dan beban usaha.

2. Laporan  perubahan  modal,  laporan  yang  menunjukan  perubahan  modal  pemilik  atau  laba  yang  tidak  dibagikan  pada  suatu  periode  akuntasi  karena  adanya transaksi usaha pada periode tersebut. 

3. Neraca,  daftar  yang  memperlihatkan  posisi  sumber  daya  perusahaan  serta  informasi tentang asal sumber daya tersebut 4.  Laporan  arus  kas  (cash  flow),  laporan  yang  menunjukkan  aliran  uang  yang  diterima   dan   digunakan   perusahaan   dalam   periode   akuntasi   beserta   sumbernya.

F. Evaluasi

Kegiatan pembuatan produk 

1. Informasi Proyek Pembuatan Model/Produk 

Indonesia  berpotensi  untuk  dikembangkan  industri-industi  kreatif  di  mana  pelaku  industri  adalah  para  generasi  muda  yang  aktif,  kreatif,  dan  inovatif.  Potensi  alam  yang  ada  di  sekitar  masih  banyak  yang  belum  dikreasi  menjadi  produk  yang  memiliki nilai tambah. Lakukan obeservasi macam-macam industri kreatif yang ada. Lakukan pula pengamatan potensi di sekitar yang belum tergarap. Melalui proyek ini, diharapkan  dapat  diperoleh  karya-karya  sistem  teknik  berupa  model  dan  memiliki  nilai dan bermanfaat. 

2. Tugas Pengembangan Proyek 

a. Orientasi terkait dengan karya rekayasa yang menjadi target tugas kelompok 

b. Penelitian awal melalui observasi 

c. Gagasan atau ide 

d. Mendesain proyek 

e. Pembuatan Model karya produk peralatan sistem teknik 

f. Aplikasi secara umum 

3. Nama Produk 

a. Nama produk disesuaikan dengan potensi sumber daya alam yang ada disekitar untuk dijadikan pilihan dalam pembuatan modelnya. 

b. Tugas akan disimpulkan melalui presentasi dan mendemontrasikan model. 

c. Peserta didik menjelaskan bagaimana mengidentifikasi permasalahan sehingga muncul  gagasan  dalam  merencanakan  proyek,  bagaimana  sistem  bekerja,  dan  dimana kelebihan dari model yang dibuat. 

d. Peserta didik menjelaskan bagaimana model dapat diaplikasikan secara  umum. 

4. Pekerjaan dan Pendidikan Terkait 

a. Peserta   didik   melakukan   pengamatan   di   mana   dapat   mengembangkan   pendidikan terkait dengan model yang akan direncanakan. 

b. Lapangan pekerjaan seperti apa yang memungkinkan untuk mengaplikasikan gagasan  yang  ada  dengan  memperhatikan  pemanfaatan  energi  terbarukan  sesuai dengan potensi sumber energi terbarukan di sekitar.

5. Organisasia.  

a. Peserta  didik  melakukan  observasi  melalui  internet  terkait  dengan  peralatan  sistem teknik sesuai dengan potensi sumber daya di sekitar. Langkah alternatif melakukan kunjungan ke tempat proses produksi peralatan sistem teknik.  

b. Kebutuhan  bahan.  Peserta  didik  mengkomunikasikan  dan  mendiskusikan  pada  guru  pembimbing  tentang  desain  dan  kebutuhan  bahan  dan  alat  yang  digunakan  untuk  membuat  model  oleh  kelompok  masing-masing  guna  mendapatkan pengarahan. 

6. Langkah Kerja 

a.  Kerja  tim.  Setiap  Peserta  didik  harus  mengetahui  kekuatan  dan  kelemahan  dalam bekerja sama 

b.  Fokus  pada  produk  yang  berupa  model  karya  rekayasa  pembuatan  produk  peralatan  sistem  teknik.  Setiap  kelompok  fokus  dan  memiliki  motivasi  yang  tinggi untuk mendapatkan produk yang bagus dan berkualitas. 

c. Perencanaan dan pengorganisasian, Peserta didik dapat merencanakan dalam waktu yang singkat. 

7. Lampiran Portofolio 

a. Perencanaan 

b. Hasil Kerja Perorangan 

c. Evaluasi Kelompok 

d. Evaluasi dari kelompok lain

Akhirnya, telah sampailah postingan yang admin bagikan tentang Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik. Semoga bermanfat dan jangan lupa baca juga Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Datar.

0 Response to "Materi Wirausaha Produk Rekayasa Sistem Teknik"

Posting Komentar

-->