-->

Materi Wirausaha Produk-Produk Budidaya Ternak Unggas Petelur

A. Budidaya untuk Mencapai Ketahanan Pangan

Pangan merupakan kebutuhan pokok manusia. Menurut UU Pangan Nomor 18 Tahun 2012, pangan adalah segala sesuatu yang berasal dari sumber hayati produk pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, perairan, dan  air,  baik  yang  diolah  maupun  tidak  diolah  yang  diperuntukkan sebagai  makanan atau minuman bagi konsumsi manusia, termasuk bahan tambahan pangan, bahan baku pangan, dan bahan lainnya yang digunakan dalam proses penyiapan, pengolahan, dan atau pembuatan makanan atau minuman.   

Pangan berfungsi untuk memenuhi kebutuhan nutrisi manusia untuk dapat tumbuh  dan  berkembang dengan  baik.    Nutrisi  yang  dibutuhkan  manusia  terdiri  dari  karbohidrat,  lemak,  protein,  vitamin, dan  mineral.      Nutrisi  yang  dibutuhkan akan terpenuhi dengan baik jika mengkonsumsi sumber pangan beragam.      Sumber  pangan  terdiri  dari  pangan  nabati  dan  pangan  hewani. Pangan nabati berasal dari tanaman, sedangkan pangan hewani berasal dari hewan terutama lemak dan protein sehingga dalam kehidupan  sehari sering dikenal  lemak  dan  protein  nabati  serta  lemak  dan  protein hewani.   Semua jenis  nutrisi  yang  dibutuhkan  harus  dikonsumsi  dalam  jumlah  yang  cukup  dan seimbang.

Saat  ini  pola    konsumsi  pangan  masyarakat  sudah  berubah.    Peningkatan  kesadaran  masyarakat akan  pentingnya  gizi  untuk  tumbuh  kembang  serta  peningkatan   pendapatan   cenderung mendorong   peningkatan   konsumsi   bahan  pangan  yang  menjadi  sumber  protein  dan  lemak, seperti  ikan,  telur,  daging, dan susu.

Indonesia  adalah  satu  negara  yang    berpendudukan  besar  sehingga  jumlah  pangan  yang dibutuhkan  juga  besar.  Usaha  pemenuhan  pangan  menjadi  persoalan penting bagi Bangsa Indonesia.  Tingkat pertumbuhan penduduk harus  disikapi  secara  serius  untuk  memenuhi kebutuhan pangan  bangsa  Indonesia sehingga ketahanan pangan dapat terwujud.

Menurut  Undang-Undang  RI  nomor  7  tahun  1996  tentang  pangan  bahwa  ketahanan  pangan adalah  suatu  kondisi  dimana  setiap  individu  dan  rumah  tangga  memiliki  akses  secara  fisik, ekonomi,  dan  ketersediaan  pangan  yang  cukup,   aman,   serta   bergizi   untuk   memenuhi kebutuhan   sesuai   dengan   seleranya  bagi  kehidupan  yang  aktif  dan  sehat.    Terdapat    tiga  pilar utama  dalam  ketahanan  pangan,  yaitu:  ketersediaan  yang  cukup,  distribusi  yang  lancar dan merata, serta konsumsi pangan yang aman dan berkecukupan gizi bagi seluruh individu masyarakat. Agar dapat memenuhi kebutuhan individu dan/atau  keluarga  agar  dapat  memperoleh  akses  pangan baik  secara  fisik,  maka  proses  distribusi  pangan  yang  lancar  dari  produsen  hingga  ke  pasar konsumen menjadi persyaratan yang utama.

Di antara ketiga pilar ketahanan pangan, usaha untuk meningkatkan produksi pangan    mendapat perhatian  lebih  banyak.      Setelah  dapat  meningkatkan  produksi  pangan,  maka  tahap  berikutnya adalah  mendistribusikan  pangan  yang  dihasilkan.    Sebaran  wilayah  produksi  pangan  dan wilayah konsumsi sangat  luas  sehingga  distribusi  pangan  sangat  penting  agar  pangan  dapat  diperoleh oleh   konsumen.   Distribusi   pangan   tidak   terlepas   dari   aspek   pemasaran.

Budidaya  adalah  tindakan  mengelola  sumber  daya  nabati  untuk  diambil  hasilnya.  Budidaya  juga diartikan  sebagai  usaha  memelihara  tanaman  atau  ternak  mulai  dari  menyiapkan  benih  atau bibit untuk  dipanen    hasilnya.  Budidaya ternak adalah satu usaha untuk mendapatkan hasil dari peternakan.  Salah  satu  budidaya  ternak  adalah  telur. Telur  adalah  bahan  pangan  yang  kaya akan kandungan protein dan lemak.

B. Kewirausahaan Budidaya Unggas Petelur


Pangan  merupakan  kebutuhan  pokok  manusia.    Menurut  Undang-undang  Republik  Indonesia Nomor  18  Tahun  2012  tentang  Pangan  bahwa  Pangan  merupakan kebutuhan dasar manusia yang paling utama dan pemenuhannya merupakan  bagian  dari  hak  asasi  manusia  yang  dijamin di  dalam Undang-Undang  Dasar  Negara  Republik  Indonesia  Tahun  1945  sebagai  komponen  dasar untuk mewujudkan  sumber  daya  manusia  yang  berkualitas.    Sebagai  negara dengan jumlah penduduk yang besar dan memiliki sumber daya alam dan sumber pangan yang beragam, Indonesia seharusnya dapat memenuhi kebutuhan pangannya secara berdaulat dan mandiri.

Pemenuhan kebutuhan pangan dapat dilakukan dengan cara memproduksi pangan  sendiri  melalui  kegiatan  budidaya.  Kegiatan  budidaya  di  bidang  peternakan  telah  membuka  peluang  berwirausaha.    Peluang  wirausaha  di  bidang  budidaya  unggas  petelur  sangat  besar  karena  telur  adalah  pangan  pokok sebagai  sumber utama protein dan lemak hewani bagi  masyarakat.

Saat  ini  tantangan  untuk    memenuhi  kebutuhan  pangan  semakin  besar.    Jumlah   penduduk  yang   terus   bertambah   perlu   diiringi   dengan   usaha   meningkatkan produksi pangan.  Budidaya  ternak unggas menjadi salah satu usaha untuk memproduksi pangan, khususnya telur.

Peluang  wirausaha  di  bidang  budidaya  ternak  unggas  petelur  sangat  besar  karena  kebutuhan  telur  untuk  memenuhi  nutrisi  masyarakat  sangat  tinggi.    Hal  ini  menjadikan  wirausaha  di  bidang  budidaya  ternak  unggas  petelur  sangat  menarik.  Agar  kamu  dapat  melakukan  wirausaha  di  bidang  usaha  ternak  ayam  petelur,  maka  terlebih  dahulu  kamu  harus  mengenal  teknik  budidaya unggas petelur.

Dalam berwirausaha, hal penting yang harus diperhatikan adalah pemasaran produk yang dihasilkan. Sebelum memulai wirausaha, terlebih dahulu kamu harus memahami pemasaran produk budidaya yang dihasilkan.

Tantangan  dalam  berwirausaha  adalah  pemasaran  produk  yang  dihasilkan.  Keberhasilan wirausaha  sangat  ditentukan  oleh  peluang  pasar  dari  produk  yang   hasilkan.   Sebelum   memulai wirausaha   terlebih   dahulu   pelajarilah   produk sejenis yang sudah ada di pasar. Supaya produk yang kamu hasilkan dapat  diterima  oleh  pasar,  buat  produk  budidaya  yang  kamu  hasilkan  lebih  baik dari sudah.

Perlu  kamu  perhatikan  bahwa  produk  budidaya  unggas  petelur  berfungsi  sebagai  pangan.  Dalam proses  yang  dilakukan  harus  mengacu  pada  cara  budidaya ternak yang baik  sehingga dapat menghasilkan pangan yang sehat dan higienis. 

Kelas  X  dan  kelas  XI  kamu  sudah  mendapatkan  pembelajaran  tentang  sikap  dalam berwirausaha.  Pengamalan  sikap-sikap  tersebut  akan  mendorong  keberhasilan wirausaha yang dilakukan.

C. Mengenal Unggas Petelur

1. Jenis-jenis Unggas Petelur

Cobalah  perhatikan  lingkungan  di  sekitarmu!Unggas  apakah  sajakah  yang kamu temui?  Hewan unggas merupakan sumber protein dan lemak  untuk memenuhi kebutuhan gizi manusia.   Salah satu jenis unggas yang ada di sekitar  kita disebut  unggas petelur.  Cobalah kamu amati unggas petelur apa saja yang ada di sekitar? 

Unggas adalah jenis hewan yang termasuk ke dalam kelompok burung-burungan.      Ciri-ciri   unggas adalah   bersayap,   berbulu,   berkaki,   dan   memiliki  paruh.  Berdasarkan  produk  yang  dihasilkan, kita  mengenal  unggas  petelur  dan  unggas  pedaging.    Unggas  petelur  adalah  yang  dipelihara untuk  menghasilkan  telur.    Jenis  unggas  petelur  antara  lain  adalah ayam,  bebek/itik,  burung puyuh, dan angsa.
 

Ayam 

Ayam   adalah   unggas   petelur   yang   umum   dibudidayakan   karena   permintaan dan kebutuhan masyarakat terhadap telur ayam yang tinggi.  Berdasarkan tujuan budidayanya ayam dikelompokkan menjadi:

1. Ayam Pedaging

Ayam    pedaging    memiliki    tubuh    berukuran    besar    sehingga    mengandung banyak daging, pertumbuhan cepat, bergerak lamban, dan tenang, serta  sebagian memiliki cakar dan kaki berbulu.

2. Ayam Petelur

Ayam petelur berbadan ramping dan ringan serta mencapai dewasa lebih cepat.  

3. Ayam Dwiguna

Ayam dwiguna adalah ayam yang dibudidayakan untuk menghasilkan telur  dan  daging.  Ayam  ini memiliki  badan  berukuran  sedang,  tapi  bergerak tidak lamban  dan kemampuan bertelur cukup baik.  

4. Ayam Ornamental

Ayam   ornamental   adalah   ayam   yang   digunakan   untuk   fungsi   keindahan    baik  pada  suara  maupun  bulunya.    Ayam  ornamental  ditandai  dengan  warna  bulu  dan  bentuk  badan  yang  indah  serta  suara yang merdu.

Ayam petelur terdiri atas dua jenis, yaitu :

  1. Ayam petelur ringan dan ayam petelur medium.  Ayam petelur ringan (ayam  petelur  putih) memiliki  ciri-ciri  sebagai  berikut:    mempunyai  badan  yang  ramping  dan  kecil,  bulu berwarna  putih,  berjengger  merah. Ayam petelur putih mampu bertelur sampai 260  butir setiap tahun.  
  2. Ayam    petelur  medium  ditandai  dengan  bobot  tubuh  yang  lebih    besar    dibandingkan dengan  ayam  petelur  putih  sehingga    dapat  menghasilkan daging cukup banyak.  Ayam petelur medium memiliki telur berwarna coklat.    Telur yang dihasilkan ayam petelur medium lebih besar dari pada telur yang dihasilkan oleh petelur putih, namun jumlah telur coklat yang dihasilkan lebih sedikit. 

Itik 

Itik  merupakan unggas yang hidup di air.  Itik memiliki badan kecil dan ramping serta dapat bergerak lincah.  

Bebek/Entok 

Bebek  juga  merupakan  unggas  air    yangn  memiliki  badan  lebih  gemuk  dan bergerak lebih lamban dibandingkan dengan itik. 

Angsa

Angsa merupakan unggas air  yang memilik badan lebih tinggi dan besar serta  bulu  berwarna  putih. Angsa  memiliki  leher  yang  lebih  panjang  dibandingkan dengan bebek, itik, atau ayam. Pengusahaan angsa sebagai petelur tidak sebanyak  itik dan bebek.

Burung puyuh

Burung   puyuh   merupakan   salah   satu   jenis   burung   yang   banyak   diternakkan untuk komersial. Burung  puyuh  memiliki  bulu  yang  berwarna  coklat  bercak-bercak  hitam  putih. Burung  puyuh terlihat  pendek dan gemuk.


2. Mengenal Produk Budidaya Ternak Unggas Petelur

Budidaya   ternak   unggas   merupakan   kegiatan   untuk   menghasilkan   produk   budidaya   ternak berupa   telur.   Telur   yang   dihasilkan   dapat   langsung  dikonsumsi  dengan  cara  direbus  atau digoreng.  Telur  adalah  bahan baku dalam industri berbagai jenis makanan, kue, dan roti.  Selain itu telur dapat juga diolah menjadi produk dengan nilai jual lebih tinggi seperti telur asin, yaitu telur itik yang diasin.

3. Mensyukuri Keberagaman Produk Budidaya dan Wirausaha di Bidang Unggas Petelur Sebagai Anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa

Telur  merupakan    sumber  protein  dan  lemak  hewani  yang  murah  dan  mudah   didapatkan. Berbagai   jenis   unggas   petelur   hidup   di   sekitar   kita.  Secara  alami  unggas  bertelur  untuk berkembang  biak.  Dengan  membudidayakannya,   unggas   akan   menghasilkan   telur   yang   lebih banyak.  Semua  adalah  rahmat  dari  yang  mahakuasa  kepada  manusia    sehingga  sudah  seharus manusia  mensyukuri  nikmat  yang  diberikan-Nya. 

D. Budidaya Unggas Petelur

Budidaya unggas petelur merupakan usaha pengelolaan sumber daya hayati berupa  unggas  dengan tujuan  untuk  dipanen  hasilnya.  Dalam  budidaya  unggas  petelur  dibutuhkan  sarana  dan  peralatan. Selanjutnya  kamu  akan  mempelajari sarana dan peralatan yang dibutuhkan dalam budidaya unggas petelur.      Dalam  budidaya  unggas    petelur  pemilihan  lokasi  harus  dilakukan  sebaik mungkin. Lokasi yang sesuai untuk budidaya ayam petelur  adalah  jauh dari keramaian,  mudah dijangkau untuk pemasaran, dan bersifat menetap.

1. Sarana dan Peralatan Budidaya Unggas Petelur

Sarana  dan  peralatan  yang  dibutuhkan    dalam  budidaya  ayam  petelur  terdiri  atas  kandang  dan perlengkapan  kandang,  bibit,  pakan,  vitamin  dan  obat-obatan.  Kamu  sudah  mempelajari  sarana dan  peralatan  yang  dibutuhkan  dalam  budidaya  unggas  pada  pembelajaran  sebelumnya.    Cobalah kamu baca lagi pelajaran tentang budidaya unggas pedaging.

a. Kandang 

Kandang  adalah  kebutuhan  utama  dalam  usaha  budidaya  ternak  unggas.    Kandang  berguna untuk  menjaga  agar  unggas  peliharaan  tidak  berkeliaran,  memudahkan  pemeliharaan,  seperti pemberian  pakan   dan   obat-obatan,   serta   memudahkan   pemanenan   atau   pengunmpulan hasil peternakan.  Selain itu kandang juga berfungsi untuk memperoleh hasil panen yang berkualitas.

  1. Memudahkan mengambil dan mengumpulkan telur
  2. Menghindarkan kerusakan telur oleh unggas
  3. Memperoleh telur yang bersih dari kotoran unggas
  4. Menghindari kanibalisme antarunggas

b. Peralatan Kandang

Selain  kandang  dibutuhkan  juga  peralatan    seperti  di  bawah  ini  tempat  makan,  minum,  dan grit.  Kandang  postal  harus  dilengkapi  dengan    tempat  makan  dan  minum  sehingga  harus tersedia  dalam  jumlah   yang   cukup.   Tempat   makan   dan   minum   pada   kandang   battery sudah menyatu  dengan  kandang  yang  dapat  terbuat  dari  bambu,  almunium  atau  bahan  lainnya  yang  kuat,  tidak  bocor,  dan    tidak berkarat.

c. Bibit Ayam

Bibit ayam petelur dapat diperoleh pada penyedia bibit.  Bibit ayam yang  digunakan  disebut  DOC (Day  Old  Chicken)/ayam  umur  sehari. Persyaratan bibit DOC adalah:

  1. Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat
  2. Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya 
  3. Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya
  4. Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik 
  5. Ukuran badan normal, yaitu mempunyai berat badan antara 35-40 gram
  6. Tidak ada letakan tinja di duburnya

d. Pakan

Pakan adalah campuran dari beberapa bahan baku pakan, baik yang sudah  lengkap  maupun  yang masih  akan  dilengkapi,  yang  disusun  secara khusus dan mengandung zat gizi yang mencukupi kebutuhan ternak  untuk  dapat  dipergunakan  sesuai  dengan  jenis  ternaknya.  Pakan  dapat  dibuat dari  bahan-bahan  hasil  pertanian,  perikanan,  peternakan, dan hasil industri yang mengandung zat gizi dan layak dipergunakan  sebagai  pakan  baik  yang  telah  diolah  maupun  yang  belum diolah.
 
Pakan unggas terdiri atas campuran bahan makanan seperti jagung, kedelai,  dan  bahan  lainnya  sehingga  memiliki  komposisi  nutrisi  karbohidrat  (kalori),  serat  kasar,  protein,  lemak,  kalsium,  dan  fospor  sehingga    sesuai  sebagai  pakan  ayam.  Pakan  ayam  sudah  tersedia  dalam  bentuk  siap  pakai  yang  dapat  dibeli  di  toko  pakan  ternak.    Sebagai  contoh  pakan  ayam  petelur  yang  diperjualbelikan  harus  sesuai  dengan  SNI  01-3929-2006.    Saat  ini  sudah  tersedia  berbagai  jenis  pakan  pakan  unggas  petelur  yang  disesuaikan  dengan  umur  unggas.

Jika memungkinkan kamu juga dapat menggunakan dedak, sisa dari penggilingan beras,  sebagai pakan ternak.  Biaya pakan ternak adalah komponen biaya paling besar dalam usaha budidaya ternak unggas. Kamu dapat membuat pakan ternak sendiri dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di lingkungan sekitar tempat tinggalmu.

e. Obat-oabatan, Vitamin, dan Hormon Pertumbuhan

Obat-obatan  diberikan  kepada  unggas  jika  diperlukan,  yaitu  untuk  yang  sakit  sakit.  Obat-obatan yang  diberikan  harus  disesuaikan  dengan  penyakit  yang  diderita  oleh  unggas.    Obat  juga diberikan  sesuai dosis, jumlah  serta waktu yang tepat.  

Vitamin  berfungsi  untuk  membantu  pertumbuhan  dan  menjaga  kesehatan   unggas,   sedangkan hormon   pertumbuhan   berfungsi   untuk  mempercepat  pertumbuhan  unggas.    Secara  alami unggas dapat  tumbuh  sehat  jika  mendapatkan  pakan  pakan  dalam  jumlah  yang cukup.  

f. Peralatan Panen

Peralatan panen diperlukan untuk  mempermudah dan mempercepat panen.  Di  samping  itu, peralatan panen  dapat  digunakan  untuk  mencegah  telur  yang  dihasilkan  tidak  pecah  dan  rusak.  Peralatan panen adalah wadah untuk mengumpulkan telur yang telah dipanen.

2. Teknik budidaya unggas petelur

Kegiatan budidaya unggas petelur meliputi: 

a. Penyedian Kandang

Kandang  dapat  dibuat  dari  bahan-bahan  sederhana  yang  penting  dapat mencegah ternak kabur dan dapat berlindung dari hujan dan panas.  Selain itu, kandang juga harus bersih.

b. Penyediaan Bibit 

Bibit  ayam  dapat  dibeli  pada  penyedia  bibit.  Untuk  mengurangi  resiko, dapat menggunakan bibit yang sudah agak besar

c. Penyediaan Pakan

Pakan  untuk  budidaya  ayam  kampung  dapat  menggunakan  pelet,  tapi  untuk  menghemat  biaya pakan  kamu  dapat  membuat  pakan  alternatif  berbahan  dedak,  jagung,  bungkil,  dan  tepung tulang.  Pakan  ayam  kampung  dibagi  menjadi  dua  jenis  yakni  pakan  untuk  DOC dan pakan ayam dewasa.

d. Pemeliharaan


1) Pemberian Pakan

Pemberian pakan ayam petelur ada 2 (dua) fase yaitu fase starter(umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).  

Tabel  2.  Jumlah  pakan  yang  dibutuhkan  ayam  petelur  berdasarkan  umur  pada  fase starter

Tabel  3.  Jumlah  pakan  yang  dibutuhkan  ayam  petelur  berdasarkan  umur  pada  fase finisher

Tabel 4. Kebutuhan minum ayam petelur

Catatan: Pemberian air minum pada hari pertama hendaknya diberi tambahan gula dan obat anti stress kedalam air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.
 
2) Pemberian Minum
 
Pemberian  minum  pada  ayam  dilakukan  dengan  menyediakan  air dalam suatu wadah. 
 
3) Pengendalian  Penyakit 
 
Pengendalian penyakit  pada unggas petelur dilakukan dengan cara membersihkan kandang secara rutin,  memisahkan unggas yang  sakit,  dan  memberikan  vaksin.    Pemberian  vaksin  dapat disesuaikan dengan kondisi ternak unggas.
 
Vaksinasi  adalah  usaha  untuk  menimbulkan  kekebalan  tubuh.  Tujuan vaksinasi adalah untuk pengendalian penyakit menular yang disebabkan oleh virus. Pemberiannya secara teratur sangat penting  untuk  mencegah  penyakit.  Vaksin  dibagi  menjadi  2  macam yaitu:

a) Vaksin   aktif : vaksin   yang   mengandung   virus   hidup.   Kekebalan  yang  ditimbulkan  lebih lama  daripada  dengan  vaksin inaktif/pasif. 
 
b) Vaksin  inaktif :  vaksin  yang  mengandung  virus  yang  telah  dilemahkan/dimatikan  tanpa merubah  struktur  antigenik  sehingga  mampu  membentuk  zat  kebal.  Kekebalan  yang  ditimbulkan oleh  vaksin  inaktif    lebih  pendek,  tapi  hanya  diberikan pada ayam yang diduga sakit.

e. Panen 

Hasil  yang  dipanen  dari    ayam  petelur  adalah  telur  ayam.  Telur  dipanen  3  kali  dalam  sehari agar  kerusakan  telur  yang  disebabkan  oleh  virus  dapat  terhindar.  Pengambilan  pertama  pada pagi  hari  antara pukul 10.00-11.00; pengambilan kedua pukul 13.00-14.00; dan pengambilan  ketiga (terakhir)  sambil  mengecek  seluruh  kandang  dilakukan  pada  pukul  15.00-16.00.    Hasil tambahan yang  dapat  dinikmati dari hasil budidaya ayam petelur adalah daging dari ayam yang telah tua (afkir) dan kotoran yang dapat dijual untuk dijadikan pupuk kandang.

f. Pasca Panen

Kegiatan pasca panen budidaya unggas petelur meliputi penyortiran dan  pembersihan  telur.  Telur yang  telah  dikumpulkan  langsung  disortir  berdasarkan  ukuran  dan  bentuknya,  yaitu  telur  normal dan  abnormal.  Telur  normal  adalah  telur  yang  oval,  bersih,  dan  kulitnya  mulus serta beratnya 57,6 gram dengan volume sebesar 63 cc. Telur yang  abnormal  misalnya  telurnya  kecil  atau  terlalu besar,  kulitnya  retak atau keriting, bentuknya lonjong.  Selanjutnya telur dibersih dari kotoran dan litter yang menempel dengan cara dicuci atau diamplas pelan-pelan kemudian telah siap untuk dikemas dan dipasarkan.
 
Setelah   panen   selesai   dilakukan   maka   selanjutnya      dilakukan   pemeliharaan dan sanitasi kandang. 

Pemeliharaan kandang

Bangunan   kandang   perlu   dipelihara   secara   baik   dengan   cara   dibersihkan  secara  teratur. Apabila  ada  bagian  kandang  yang  rusak  maka harus segera diganti atau diperbaiki kembali. Dengan demikian daya guna kandang dapat maksimal tanpa mengurangi persyaratan kandang bagi ternak yang dipelihara.

Sanitasi

Menjaga   kebersihan   kandang   dan   lingkungan   sekitar   kandang   (sanitasi)   pada   area peternakan   merupakan   usaha   pencegahan   penyakit yang paling murah dan mudah.   

E. Perencanaan Wirausaha di Bidang Budidaya Unggas Petelur

Kamu  sudah  mendapatkan  pembelajaran  wirausaha  dan  budidaya  unggas  petelur.  Cobalah  susun suatu  rencana  wirausaha  di  bidang  budidaya  ayam  petelur! Mulai dengan membuat perencanaan dan melakukan analisis biaya!
 
Berikut  ini  adalah  hal-hal  penting    harus  direncanakan  sebelum  memulai  wirausaha, yaitu:

1. Menentukan jenis ternak yang akan dibudidayakan

Berdasarkan    pengalaman    surveipasar    yang    kamu    lakukan    pada    pembelajaran sebelumnya, kamu dapat menentukan jenis unggas yang akan  dibudidayakan.  Pilih  jenis  unggas  yang  produk  budidayanya  laku  dipasaran atau kamu pilih produk yangkompetitornya lebih sedikit.

2. Menentukan lokasi kandang

Berdasarkan pembelajaran sebelumnya, kamu tentu sudah dapat memilih lokasi kandang.

3. Menentukan skala usaha yang akan dibuat

Guna  mengurangi  resiko,    wirausaha  dapat  dimulai  dengan  skala  usaha  yang  kecil.  Sambil melaksanakan  wirausaha  dalam  skala  kecil  kamu  dapat  mempelajari  berbagai  hal    sehingga dapat    menjadi  pengalaman  dan  pedoman  jika  suatu  saat  nanti  kamu  ingin  memperbesar  skala usaha.  Kamu dapat menerapkan prinsip learning by doing (belajar sambil bekerja).
 
Selanjutnya  lakukanlah  analisis  biaya  yang  diperlukan  dalam  wirausaha  di  bidang  budidaya ternak  unggas  petelur.    Komponen  biaya  produksi  dalam  usaha ternak unggas sangat ditentukan oleh skala wirausaha. Semakin besar skala wirausaha, semakin besar pula biaya yang dibutuhkan.

Komponen  biaya  dalam  suatu  wirausaha    terdiri  atas  biaya  tetap  dan  tidak  tetap.  Biaya  tetap terdiri  atas  biaya  pembuatan  kandang  dan  pembelian  peralatan kandang, sedangkan biaya tidak tetap terdiri atas biaya bibit, pakan, dan obat-obatan.
 
Sekarang  kamu  sudah  memahami  budidaya  ayam  petelur. Keberhasilan  wirausaha   sangat ditentukan   oleh   pemasaran   produk   yang   dihasilkan.  Pemasaran   merupakan   bagian  ujung dari suatu   wirausaha,   tapi   sangat   menentukan keberlanjutan  wirausaha.

F. Praktek Membuat Proposal Wirausaha Unggas Petelur

Sekarang   kamu   sudah   dapat   membuat   proposal   wirausaha. Cobalah   membuat  sebuah proposal  wirausaha  dengan  menggunakan  sistematika  outline di bawah ini!

Demikianlah pembahasan kali ini yang admin bagikan tentang Materi Wirausaha Produk-Produk Budidaya Ternak Unggas Petelur. Semoga bermanfaat dan baca juga postingan sebelumnya mengenai Materi Wirausaha Produk Rekayasa Elektronika Praktis

0 Response to "Materi Wirausaha Produk-Produk Budidaya Ternak Unggas Petelur"

Post a Comment

-->